Friday, November 14, 2008

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Makalah ini dibuat atas dasar tugas dari mata kuliah Instalasi Komputer oleh Pak.Tatang. dan tugas ini meliputi tentang Hak Cipta Software dan Hardware. Dan ditujukan kepada Mahasiswa Teknik Komputer Tingkat I, Semester I.

Maksud dan Tujuan

Dalam pembuatan makalah ini bermaksud untuk memenuhi tugas serta nilai mata kuliah Instalasi Komputer yang harus dicapai sebelum Ujian Tengah Semester dan sebagai bahan untuk mengadapi Ujian Tengah Semester.

Makalah ini berisikan tentang wawasan dan ilmu pengetahuan yang ditujukan untuk meningkakan ilmu pengetahuan mahasiswa. Dan sebagai bahan latihan, agar mahasiswa bisa mandiri dalam mencari informasi dan pengetahuan teknologi.

BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Hak Cipta

Hak cipta (lambang internasional: ©) adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan “hak untuk menyalin suatu ciptaan”. Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.

Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau “ciptaan”. Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta karya tulis lainnya, film, karya-karya koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman suara, lukisan, gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer, siaran radio dan televisi, dan (dalam yurisdiksi tertentu) desain industri.

Hak cipta merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual, namun hak cipta berbeda secara mencolok dari hak kekayaan intelektual lainnya (seperti paten, yang memberikan hak monopoli atas penggunaan invensi), karena hak cipta bukan merupakan hak monopoli untuk melakukan sesuatu, melainkan hak untuk mencegah orang lain yang melakukannya.

Hukum yang mengatur hak cipta biasanya hanya mencakup ciptaan yang berupa perwujudan suatu gagasan tertentu dan tidak mencakup gagasan umum, konsep, fakta, gaya, atau teknik yang mungkin terwujud atau terwakili di dalam ciptaan tersebut. Sebagai contoh, hak cipta yang berkaitan dengan tokoh kartun Miki Tikus melarang pihak yang tidak berhak menyebarkan salinan kartun tersebut atau menciptakan karya yang meniru tokoh tikus tertentu ciptaan Walt Disney tersebut, namun tidak melarang penciptaan atau karya seni lain mengenai tokoh tikus secara umum.

Di Indonesia, masalah hak cipta diatur dalam Undang-undang Hak Cipta, yaitu, yang berlaku saat ini, Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002. Dalam undang-undang tersebut, pengertian hak cipta adalah “hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku” (pasal 1 butir 1).

HAK CIPTA SOFWARE DAN HARDWARE

Hak cipta software dan hardware adalah kepimilikan atau perlindungan atas suatu intelektual property (produk yang dihasilkan dari kretivitas seseorang yang memiliki nilai jual.) biasanya perlindungan itu barupa perlindungan hukum. Mengapa dikatakan demikian? Karena hak cipta tersebut diatur oleh undang-undang atau peraturan pemerintah.

Perlindungan terhadap intelektual property adalah melindungi hasil kreativitas sesesorang. Contohnya jika kita membeli novel, sebenarnya kita membeli fisik buku saja tetapi bukan ide ceritanya, penyajiannya, hasil karyanya. Kita boleh saja menjual buku itu atau memberikan buku itu kepeda orang lain. Tetapi tidak boleh menggandakan dan menjual.

Hak cipta diberikan pada pemilik dari karya asli yang dilindungi hukum setelah karya itu diciptakan atau dibuat. Di Indonesia hak cipta dijelaskan sebagai hak yang diberikan untuk pencipta suatu karya untuk mengontrol atas penggunaan dari ciptaanya.ciptaan-ciptaan atau karya yang dihasilkan tersebut termasuk buku-buku, program-program computer, karya-karya drama, rekaman suara, dan film. Hak cipta memberi hak bagi pemiliknya untuk:

1. Membuat copy dari hasil ciptaanya.
2. menyebarluaskan hasil ciptaanya.
3. mempertunjukan hasil ciptaanya didepan umum
4. menjual hasil ciptaannya agar dapat di konsumsi oleh orang lain.

Undang-undang pengturan atas hak cipta terdapat dalam UU nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta. Karya yang bias mendapatkan hak cipta menurut undang-undangpun baaneka macamnya dan bentuknya. Program computer, ceramah, pampfhlet, tarian, lagu, terjamahan dan peta. Adalah beberapa contoh saja dari jenis hasil ciptaan seseorang yang dilindungi. Semua ciptaan yang sudah berhak cipta tersebut tidak boleh diperbanyak atau digandakan tanpa seijin dari pemiliknya yang mempunyai wewenang hak cipta dari karyanya tersebut.

Masalah-masalah yang timbul sehubungan dengan adanya copyright ini sangat marak belakangan ini. Hal itu dikarenakan makin banyaknya jaringan internet, jaringan computer. Kemampuan computer dalam menggandakan dan mencetak ditambah dengan kemampuan internet dalam memberikan informasi menjadikan proses penggandaan menjadi lebih mudah. Factor-faktor yang menyebabkan maraknya penggandaan adalah

1. format seperti MP3 dapat diperbanyak dan disimpan dengan ukuran yang kecil
2. pengubahan bentuk format dari yang tidak digital menjadi digital sangat mudah, dengan adanya scanner.
3. harga alat-alat penyimpanan informasi dalam bentuk digital harganya relative murah
4. .adanya kemudahan dalam pengambilan materi dari internet.

Karena banyaknya pelanggaran yang terjadi, maka upaya perlindungan hak cipta selain perlindungan hokum dilakukan oleh produsen karya.contohnya dalam industri software dan hardware dilakukan cara seperti barikut:

1. pembeli software harus memasang suatu hardware pada computer, untuk menjalankan software tersebut dan memastikan bahwa software yang dibeli hanya dijalankan pada 1mesin saja.
2. memasang copy protection pada disket, sehingga software tidak dapat dicopy.
3. watermarking menyisipkan watermark pada intelektual property multimedia.

Pembajakan software secara illegal banyak dilakukan di Indonesia baik dalam perusahaan kecil atau besar.dalam UU hak cipta yang baru, pelaku pembajakan software bias dikenai sanksi paling berat 5 tahun penjara atau denda Rp. 500 juta.

Untuk menghindari adanya kejahatan pembajakan ini maka diperlukan kesadaran masyarakat akan hukum hak cipta.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Hak cipta diatur dalam Undang-undang Hak Cipta, yaitu, yang berlaku saat ini, Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002. Dalam undang-undang tersebut, pengertian hak cipta adalah “hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku”

Posted by rie in 10:46:32 | Permalink | No Comments »

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Makalah ini dibuat atas dasar tugas dari mata kuliah Instalasi Komputer oleh Pak.Tatang. dan tugas ini meliputi tentang Hak Cipta Software dan Hardware. Dan ditujukan kepada Mahasiswa Teknik Komputer Tingkat I, Semester I.

Maksud dan Tujuan

Dalam pembuatan makalah ini bermaksud untuk memenuhi tugas serta nilai mata kuliah Instalasi Komputer yang harus dicapai sebelum Ujian Tengah Semester dan sebagai bahan untuk mengadapi Ujian Tengah Semester.

Makalah ini berisikan tentang wawasan dan ilmu pengetahuan yang ditujukan untuk meningkakan ilmu pengetahuan mahasiswa. Dan sebagai bahan latihan, agar mahasiswa bisa mandiri dalam mencari informasi dan pengetahuan teknologi.


BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Hak Cipta

Hak cipta (lambang internasional: ©) adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan “hak untuk menyalin suatu ciptaan”. Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.

Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau “ciptaan”. Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta karya tulis lainnya, film, karya-karya koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman suara, lukisan, gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer, siaran radio dan televisi, dan (dalam yurisdiksi tertentu) desain industri.

Hak cipta merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual, namun hak cipta berbeda secara mencolok dari hak kekayaan intelektual lainnya (seperti paten, yang memberikan hak monopoli atas penggunaan invensi), karena hak cipta bukan merupakan hak monopoli untuk melakukan sesuatu, melainkan hak untuk mencegah orang lain yang melakukannya.

Hukum yang mengatur hak cipta biasanya hanya mencakup ciptaan yang berupa perwujudan suatu gagasan tertentu dan tidak mencakup gagasan umum, konsep, fakta, gaya, atau teknik yang mungkin terwujud atau terwakili di dalam ciptaan tersebut. Sebagai contoh, hak cipta yang berkaitan dengan tokoh kartun Miki Tikus melarang pihak yang tidak berhak menyebarkan salinan kartun tersebut atau menciptakan karya yang meniru tokoh tikus tertentu ciptaan Walt Disney tersebut, namun tidak melarang penciptaan atau karya seni lain mengenai tokoh tikus secara umum.

Di Indonesia, masalah hak cipta diatur dalam Undang-undang Hak Cipta, yaitu, yang berlaku saat ini, Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002. Dalam undang-undang tersebut, pengertian hak cipta adalah “hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku” (pasal 1 butir 1).


HAK CIPTA SOFWARE DAN HARDWARE

Hak cipta software dan hardware adalah kepimilikan atau perlindungan atas suatu intelektual property (produk yang dihasilkan dari kretivitas seseorang yang memiliki nilai jual.) biasanya perlindungan itu barupa perlindungan hukum. Mengapa dikatakan demikian? Karena hak cipta tersebut diatur oleh undang-undang atau peraturan pemerintah.

Perlindungan terhadap intelektual property adalah melindungi hasil kreativitas sesesorang. Contohnya jika kita membeli novel, sebenarnya kita membeli fisik buku saja tetapi bukan ide ceritanya, penyajiannya, hasil karyanya. Kita boleh saja menjual buku itu atau memberikan buku itu kepeda orang lain. Tetapi tidak boleh menggandakan dan menjual.

Hak cipta diberikan pada pemilik dari karya asli yang dilindungi hukum setelah karya itu diciptakan atau dibuat. Di Indonesia hak cipta dijelaskan sebagai hak yang diberikan untuk pencipta suatu karya untuk mengontrol atas penggunaan dari ciptaanya.ciptaan-ciptaan atau karya yang dihasilkan tersebut termasuk buku-buku, program-program computer, karya-karya drama, rekaman suara, dan film. Hak cipta memberi hak bagi pemiliknya untuk:

1. Membuat copy dari hasil ciptaanya.
2. menyebarluaskan hasil ciptaanya.
3. mempertunjukan hasil ciptaanya didepan umum
4. menjual hasil ciptaannya agar dapat di konsumsi oleh orang lain.

Undang-undang pengturan atas hak cipta terdapat dalam UU nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta. Karya yang bias mendapatkan hak cipta menurut undang-undangpun baaneka macamnya dan bentuknya. Program computer, ceramah, pampfhlet, tarian, lagu, terjamahan dan peta. Adalah beberapa contoh saja dari jenis hasil ciptaan seseorang yang dilindungi. Semua ciptaan yang sudah berhak cipta tersebut tidak boleh diperbanyak atau digandakan tanpa seijin dari pemiliknya yang mempunyai wewenang hak cipta dari karyanya tersebut.

Masalah-masalah yang timbul sehubungan dengan adanya copyright ini sangat marak belakangan ini. Hal itu dikarenakan makin banyaknya jaringan internet, jaringan computer. Kemampuan computer dalam menggandakan dan mencetak ditambah dengan kemampuan internet dalam memberikan informasi menjadikan proses penggandaan menjadi lebih mudah. Factor-faktor yang menyebabkan maraknya penggandaan adalah

1. format seperti MP3 dapat diperbanyak dan disimpan dengan ukuran yang kecil
2. pengubahan bentuk format dari yang tidak digital menjadi digital sangat mudah, dengan adanya scanner.
3. harga alat-alat penyimpanan informasi dalam bentuk digital harganya relative murah
4. .adanya kemudahan dalam pengambilan materi dari internet.

Karena banyaknya pelanggaran yang terjadi, maka upaya perlindungan hak cipta selain perlindungan hokum dilakukan oleh produsen karya.contohnya dalam industri software dan hardware dilakukan cara seperti barikut:

1. pembeli software harus memasang suatu hardware pada computer, untuk menjalankan software tersebut dan memastikan bahwa software yang dibeli hanya dijalankan pada 1mesin saja.
2. memasang copy protection pada disket, sehingga software tidak dapat dicopy.
3. watermarking menyisipkan watermark pada intelektual property multimedia.

Pembajakan software secara illegal banyak dilakukan di Indonesia baik dalam perusahaan kecil atau besar.dalam UU hak cipta yang baru, pelaku pembajakan software bias dikenai sanksi paling berat 5 tahun penjara atau denda Rp. 500 juta.

Untuk menghindari adanya kejahatan pembajakan ini maka diperlukan kesadaran masyarakat akan hukum hak cipta.


BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Hak cipta diatur dalam Undang-undang Hak Cipta, yaitu, yang berlaku saat ini, Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002. Dalam undang-undang tersebut, pengertian hak cipta adalah “hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku”

Posted by rie in 10:34:20 | Permalink | No Comments »